
Klaten, 25 Juni 2025 — Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Tahun Akademik 2024/2025 di Desa Wunut, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Lokasi ini dipilih secara strategis karena memiliki potensi unggulan berupa wisata air Umbul Pelem dan keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang aktif serta profesional dalam mengelola aset desa.
Program KKL ini bertujuan mengintegrasikan antara teori dan praktik ekonomi syariah dengan pengamatan langsung di lapangan. Mahasiswa diharapkan mampu memahami implementasi prinsip-prinsip ekonomi Islam dalam konteks riil, terutama melalui sistem pengelolaan BUMDes dan pengembangan potensi wisata lokal.
Salah satu fokus utama KKL adalah mempelajari manajemen BUMDes Desa Wunut yang disampaikan oleh Iwan Sulistiya S Lurah desa Wunut dan Sariyanto Direktur Bumdes Umbul Pelem, yang telah berhasil mengelola Umbul Pelem sebagai unit usaha berbasis wisata air. Kegiatan ini menjadi wahana belajar yang efektif bagi mahasiswa dalam memahami bagaimana tata kelola ekonomi desa yang adil, partisipatif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dapat diwujudkan sesuai dengan prinsip ekonomi syariah.
Selain itu, para peserta juga melakukan pengamatan terhadap sinergi antara sektor pariwisata dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Umbul Pelem menjadi contoh konkret bagaimana potensi alam dapat dioptimalkan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes), sekaligus mendorong pembangunan ekonomi umat secara berkelanjutan.
Menariknya, kegiatan KKL ini juga mencakup kunjungan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) Cabang Yogyakarta. Melalui kunjungan ini, mahasiswa dibekali pemahaman langsung mengenai pasar modal syariah, literasi keuangan, serta pentingnya investasi halal sebagai bentuk kontribusi dalam penguatan ekonomi Islam, baik di sektor riil maupun sektor keuangan.
“KKL ini dirancang tidak hanya sebagai kegiatan akademik lapangan, tetapi juga sebagai proses pembentukan karakter mahasiswa yang kritis, solutif, dan memiliki semangat kewirausahaan berbasis syariah,” ungkap Dr. Fatmawati Sungkawaningrum, S.Si., M.S.I., Ketua Panitia KKL 2025 sekaligus dosen pembimbing lapangan. Beliau didampingi oleh dua dosen pembimbing lainnya, yakni Amin Nasrullah, Lc., M.Ek. Selaku Kaprodi Ekonomi Syarih dan Drs. Moh. Abdul Munjit, M.S.I. sebagai DPL.
Kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan generasi sarjana ekonomi syariah yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga siap berkontribusi dalam pembangunan ekonomi umat dari desa hingga tingkat nasional.(*)